Friday, November 27, 2015

Fakta Ibu Hamil II

Komunikasi dengan Janin Bisa Bikin Rileks

Di saat usia kandungan mulai membesar, janin sudah mampu memberikan respons pada sang ibu. Maka dari itu, wanita hamil bisa mulai mengajak ngobrol si calon bayi agar mendapatkan ketenangan menjelang persalinan. "5-10 Menit bayinya diajak ngobrol bisa memberikan ketenangan pada ibu dan respons positif dari bayi," kata dr Boy Abidin SpOG (K).

Air Ketuban Bisa Merembes

Air ketuban yang cukup adalah syarat kehamilan sehat. Karena dengan ketercukupan air ketuban, maka bayi akan berkembang baik. Namun pada beberapa kasus jumlah air ketuban bisa berkurang. Apa sebabnya? Bisa karena keputihan, yang mana menyebabkan air ketuban merembes sedikit-sedikit dan seringkali ibu hamil tidak sadar air ketubannya merembes. Air ketuban sedikit juga bisa terjadi karena adanya kelainan pada organ janin. Untuk yang satu ini, dokter harus melakukan pemeriksaan menyeluruh melalui ultra sonografi (USG) guna melihat adanya kemungkinan kelainan organ pada janin. Perlu dilihat juga kecukupan gizinya, sehingga ibu hamil erbanyak makanan sehat, karena bisa saja nutrisinya yang kurang sehingga produksi air ketuban sedikit. Minum air putih lebih banyak juga dapat membantu

Ibu Hamil Rentan Dehidrasi

Ibu hamil rentan dehidrasi, karena itu harus mendapat cukup cairan. Dehidrasi bisa menyebabkan berkurangnya air ketuban pada ibu hamil. Hal ini pun berpengaruh pada bayi karena ketika cairan ketuban berkurang, bayi tidak berkembang dengan baik. Untuk diketahui, kebutuhan cairan ibu hamil sekitar 300 cc tambahan dari kebutuhan harian. Jika orang normal butuh 2,5 liter cairan, maka ibu hamil butuh sekitar 2,8 liter cairan yang tidak hanya dari air saja tapi juga dari makanan. Saat semakin tua kandungannya, maka semakin luas permukaan tubuhnya, sehingga penguapan yang terjadi semakin besar.

Bisa Perlambat Proses Penuaan

Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Fertility and Sterility, proses kehamilan membantu perempuan seperti kembali muda. Sebab beberapa perempuan mendapatkan kulit yang lebih bersinar, rambut yang lebih tebal, dan serta payudara yang lebih berisi. Selain itu, penelitian itu juga menunjukkan bahwa kehamilan dapat mengembalikan kemampuan otot ibu untuk melakukan proses regenerasi. "Kehamilan adalah suatu kondisi yang unik bagi tubuh manusia, seolah-olah tubuh ibu 'diberi' serum khusus yang dibawa oleh bayinya," tulis peneliti.


Sering Mengeluarkan Gas

Selama kehamilan, tingkat fluktuasi hormon serotonin yang juga ditemukan dalam usus akan meningkat dan dapat menyebabkan usus lebih banyak bergerak dengan cara yang mengusir gas tidak diperlukan. Karena progesteron dalam tubuh meningkat, maka proses pencernaan menjadi sulit dan kembung. Untuk mengurangi frekuensi buang gas, jangan makan sambil berbicara karena Anda dapat menelan lebih banyak udara dan jangan makan permen karet. Hindari makanan yang dapat meningkatkan gas dalam perut seperti kubis, produk susu, dan minuman bersoda. Anda juga dapat mengambil probiotik atau obat anti-gas, seperti simetikon yang biasanya digunakan untuk mengatasi nyeri gas.

Sumber: Detik Health
===========================
Artikel keren Lain:
13 Cara Untuk Memudahkan Ibu Menyusui
11 Fakta Unik Seputar Menyusui dengan ASI
12 Penyakit Ibu yang Mempengaruhi Kehamilan
12 Masalah Kesehatan yang Hanya Dialami Ibu Hamil
Kenali Tahap 1 Persalinan : Kontraksi dan Pembukaan
Kenali Tanda Bahwa Persalinan Sudah Dekat
Kenali Tahap Ke-3 Persalinan: Keluarnya Plasenta
Kenali Tahap ke 2 Persalinan dan Kelahiran: Mengejan dan Mendorong
Tahapan Proses Persalinan dan Kelahiran
Kenali 10 Tanda Bahaya Persalinan Ini
Kehamilan Berisiko Tinggi yang Ibu Perlu Tahu
Kumpulan Saran Ibu Menyusui dengan ASI
Hal Penting seputar Vitamin A

No comments:

Post a Comment